Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP
<div id="journalDescription"> <p><strong>Jurnal</strong><strong> Ilmiah </strong><strong>Mahasiswa S1 Arsitektur </strong><strong>Universitas Pandanaran</strong><strong>. </strong></p> <p>Sebagai media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan S1 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pandanaran Semarang. Terbit dua kali dalam satu tahun di bulan April dan November.</p> </div>Universitas Pandanaran en-USArsitektur Universitas Pandanaran Jurnal2808-0912APPLICATION OF NON-PHYSICAL ELEMENTS IN THE NEO-VERNACULAR CONCEPT IN THE MOJOKERTO REGENT'S OFFICE PENDOPO BUILDING, EAST JAVA PENERAPAN ELEMEN NON-FISIK DALAM KONSEP NEO-VERNAKULAR PADA BANGUNAN PENDOPO KANTOR BUPATI MOJOKERTO, JAWA TIMUR
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/112
<p>Salah satu Kabupaten yang terdapat di Jawa Timur adalah Kabupaten Mojokerto, yang memiliki luas wilayah kurang lebih 969,360 km<sup>2</sup>. Pada masa Kerajaan Hindu-Budha, Mojokerto memiliki peranan penting yang terlihat dari banyaknya peninggalan berupa candi dan artefak dari masa Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, kawasan Mojokerto semakin memperkuat identitasnya dengan mempertahankan arsitektur dan budaya Majapahit. Hal ini diterapkan pada bangunan pusat pemerintahan, seperti Pendopo Kantor Bupati Mojokerto. Bertujuan untuk melestarikan arsitektur lokal agar sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif, melalui observasi langsung, analisis data, identifikasi, serta mendeskripsikan terhadap ciri arsitektur Neo-Vernakular khususnya pada elemen non-fisik. Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa adanya keselarasan antara nilai-nilai budaya, sistem kepercayaan, filsafat, serta tata letak bangunan dalam penerapan elemen non-fisik pada Bangunan Pendopo Kantor Bupati Mojokerto. Dengan demikian, bangunan ini dapat menjadi acuan bagi pembangunan di masa depan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya lokal.</p>Nisa Najla ShalsabilaWisnu GesangFarida MurtiIbrahim Tohar
Copyright (c) 2025 Nisa Najla Shalsabila, Wisnu Gesang, Farida Murti, Ibrahim Tohar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135210711410.54325/arsip.v5i2.112DESIGN OF A TYPE C HOSPITAL IN SALATIGA WITH THE APPLICATION OF JAVANESE NEO-VERNACULAR ARCHITECTURE PERANCANGAN RUMAH SAKIT TIPE C DI SALATIGA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR JAWA
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/162
<p>Kebutuhan layanan kesehatan di Kota Salatiga menunjukkan peningkatan signifikan seiring pertumbuhan penduduk dan perluasan cakupan layanan. Meskipun ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Salatiga terlihat mencukupi secara statistik (848 bed untuk 198.372 jiwa), kenyataannya kota ini turut menampung pasien dari Kabupaten Semarang bagian selatan, yang berpenduduk sekitar 1 juta jiwa. Jika dikombinasikan, total populasi mencapai 1,19 juta jiwa, sementara berdasarkan standar WHO, diperlukan setidaknya 1.198 tempat tidur. Dengan kekurangan sekitar 350 tempat tidur, maka pembangunan Rumah Sakit Tipe C menjadi kebutuhan mendesak. Penelitian ini mengusulkan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular Jawa dalam perancangan rumah sakit tersebut. Gaya arsitektur ini merupakan adaptasi kontemporer dari arsitektur tradisional Jawa yang mengutamakan harmonisasi nilai budaya lokal dengan kebutuhan fungsional dan teknologi modern. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen seperti bentuk rumah Jawa dan material lokal, pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan desain rumah sakit yang kontekstual, ramah lingkungan, serta lebih diterima oleh masyarakat setempat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain fasilitas kesehatan yang tidak hanya memenuhi standar teknis, namun juga memperhatikan identitas budaya dan kearifan lokal.</p>Fiki Reza PratamaAnityas Dian Susanti Adi Sasmito
Copyright (c) 2025 Fiki Reza Pratama, Anityas Dian Susanti , Adi Sasmito
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135211513510.54325/arsip.v5i2.162APPLICATION OF PETER ZUMTHOR'S MULTISENSORY PRINCIPLE IN THE DESIGN OF NATURE SCHOOLS PENERAPAN PRINSIP MULTISENSORI PETER ZUMTHOR PADA PERANCANGAN SEKOLAH ALAM
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/143
<p>Sekolah alam merupakan konsep pendidikan yang mengintegrasikan lingkungan sebagai bagian dari proses belajar, sehingga menciptakan pengalaman ruang yang erat dengan alam. Pendekatan multisensori dalam arsitektur, sebagaimana dikemukakan oleh Peter Zumthor, menekankan bagaimana elemen-elemen arsitektur dapat membangkitkan pengalaman inderawi yang mendalam, menciptakan suasana yang kaya akan makna, dan memperkuat keterhubungan antara manusia dengan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip multisensori Peter Zumthor dalam desain Sekolah Alam, dengan fokus pada elemen materialitas, pencahayaan alami, suara, aroma, dan tekstur ruang. Sekolah alam yang akan digunakan sebagai objek pengecekkan prinsip Peter Zumthor adalah sekolah alam yang berada pada Pulau Jawa, Lebih spesifiknya ada di kota Surabaya, Yogyakarta, Malang dan Krian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, mencakup observasi lapangan, dan wawancara serta analisis terhadap elemen arsitektural yang terkait dengan prinsip Peter Zumthor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip multisensori dalam Sekolah Alam dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa, menciptakan ruang yang lebih intuitif, nyaman, serta merangsang eksplorasi dan kreativitas. Elemen-elemen seperti penggunaan material alami, keterbukaan terhadap lingkungan, dan keberlanjutan desain berperan penting dalam mendukung prinsip multisensori yang diusung oleh Peter Zumthor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perancangan sekolah berbasis alam yang lebih humanis dan memperkaya pengalaman belajar berbasis inderawi.</p>Antonius Sachio Troy WijayaY.A Widriyakara SetiadiHeristama Anugerah PutraJosephine Roosandriantini
Copyright (c) 2025 Antonius Sachio Troy Wijaya, Y.A Widriyakara Setiadi, Heristama Anugerah Putra, josephine roosandriantini
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135213614610.54325/arsip.v5i2.143DESIGN OF RESORT HOTEL IN SEMARANG CITY WITH MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN HOTEL RESORT DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/163
<p>Di Jawa Tengah, Kota Semarang berperan sebagai pusat utama perdagangan, ekonomi, dan pariwisata. Pertumbuhan kota yang pesat dan meningkatnya jumlah pengunjung, terutama setelah pandemi, telah menciptakan permintaan yang tinggi akan akomodasi modern dan mewah. Daerah tertentu di Semarang ideal untuk mengembangkan hotel resort karena lokasinya yang strategis, menawarkan keuntungan seperti pemandangan indah dan lingkungan alam. Mendesain hotel resort modern di Semarang memerlukan perancangan yang cermat, termasuk memilih bahan bangunan yang tepat, memenuhi standar desain, dan menerapkan strategi untuk kenyamanan pengunjung dan efisiensi operasional. Lokasi resort harus memenuhi kriteria tertentu berdasarkan standar hotel yang ada dan peraturan pemerintah, seperti yang diuraikan dalam peraturan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk perusahaan perhotelan. Resort yang dirancang akan menjadi resort hotel kota bintang empat yang menyediakan cottage atau bungalow, yang melayani wisatawan yang mencari peluang wisata. Desainnya akan mencerminkan prinsip arsitektur modern, yang menggabungkan pertimbangan praktis dan estetika. Proses pembangunan akan selaras dengan studi dan standar terkini, memastikan bahwa semua aspek perancangan dan konstruksi mendukung konsep arsitektur modern.</p>Ralfalendo Mosses SiallaganTaufiq Rizza NuzuluddinGatoet Wardianto
Copyright (c) 2025 Ralfalendo Mosses Siallagan, Taufiq Rizza Nuzuluddin, Gatoet Wardianto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135214716410.54325/arsip.v5i2.163SPACE REQUIREMENT ANALYSIS AND DEVELOPMENT STRATEGY FOR THE PASSENGER TERMINAL AT ABDUL RACHMAN SALEH AIRPORT, MALANG REGENCY, TOWARDS INTERNATIONAL STATUS ANALISIS KEBUTUHAN RUANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA ABDUL RACHMAN SALEH KABUPATEN MALANG MENUJU STATUS INTERNASIONAL
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/165
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan pertumbuhan jumlah penumpang serta menentukan kebutuhan luas terminal penumpang di Bandara Abdul Rachman Saleh untuk periode 2025–2034. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis proyeksi berbasis Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 22,55%, yang dihitung dari data historis 2015–2018. Hasil perhitungan memperkirakan bahwa pada tahun 2034 jumlah penumpang akan mencapai sekitar 4,5 juta orang per tahun atau rata-rata 12.329 penumpang per hari. Berdasarkan angka tersebut, kebutuhan ruang terminal dianalisis dengan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara SKEP/77/VI/2005. Temuan ini menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan terminal yang lebih proporsional, berkelanjutan, dan mampu menyesuaikan diri dengan pertumbuhan penumpang serta arah kebijakan pembangunan wilayah.</p>Muhammad ThohariTigor Wilfritz Soaduon PanjaitanFarida Murti
Copyright (c) 2025 Muhammad Thohari, Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan, Farida Murti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135216517410.54325/arsip.v5i2.165OFFICE RENTAL DESIGN IN SEMARANG CITY USING A FUTURISTIC ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/167
<p>Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi yang tumbuh pesat, telah menarik minat investor lokal dan internasional. Hal ini menciptakan permintaan tinggi untuk ruang kantor, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sektor perkantoran memerlukan bangunan yang mampu menampung berbagai jenis bisnis, mulai dari <em>start-up</em> hingga perusahaan multinasional. Pasar kantor sewa tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar atau korporasi multinasional. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul juga perusahaan <em>start-up, e-commerce. </em> teknologi, serta perusahaan lokal yang lebih kecil yang turut menyewa ruang kantor. Hal ini mendorong keberagaman dalam tipe ruang kantor, mulai dari gedung perkantoran kelas A (premium) hingga <em>coworking space</em> yang fleksibel dan lebih terjangkau. Semarang merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Jawa Tengah, dengan sektor perdagangan, jasa, dan industri yang berkembang pesat. Keberadaan pelabuhan Tanjung Emas dan kawasan industri mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sehingga menarik minat investor dan perusahaan dari dalam maupun luar negeri. Kantor sewa menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menjalankan operasinya di Semarang tanpa harus berinvestasi dalam pembangunan kantor sendiri.</p>Dimas Prasojo Nur HudaMutiawati MandakaAdi Sasmito
Copyright (c) 2025 Dimas Prasojo Nur Huda, Mutiawati Mandaka, Adi Sasmito
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135217518710.54325/arsip.v5i2.167SUSTAINABLE FISHING VILLAGE DEVELOPMENT STRATEGY: A Case Study of Panggungrejo Village, Pasuruan City STRATEGI PENATAAN KAMPUNG NELAYAN BERKELANJUTAN: Studi Kasus Kelurahan Panggungrejo, Kota Pasuruan
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/156
<p>Fenomena penurunan kualitas lingkungan dan kerentanan terhadap pasang laut di kawasan pesisir Panggungrejo, Kota Pasuruan, menunjukkan lemahnya penataan ruang berbasis keberlanjutan di kampung nelayan perkotaan. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara program penataan fisik pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat pesisir yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan tata ruang. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi penataan kampung nelayan berbasis tata ruang dan lingkungan berkelanjutan yang mampu meningkatkan ketahanan sosial-ekologis masyarakat pesisir. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis spasial, serta pendekatan partisipatif dengan triangulasi data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan kampung nelayan berkelanjutan memerlukan integrasi antara pola ruang ekologis, pengelolaan lingkungan adaptif terhadap pasang laut, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Secara konseptual, penelitian ini menawarkan model penataan kampung pesisir dengan prinsip <em>community-based planning</em> yang memperkuat keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan ekologis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perumusan kebijakan penataan kawasan pesisir di tingkat lokal maupun regional<em>.</em></p>Sukron MakmumTigor Wilfritz Soaduon PanjaitanFarida Murti
Copyright (c) 2025 Sukron Makmum, Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan, Farida Murti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135218820410.54325/arsip.v5i2.156DESIGN OF A HOUSEHOLD APPLIANCES FACTORY USING AN INDUSTRIAL ARCHITECTURE APPROACH IN THE KENDAL INDUSTRIAL ESTATE PERANCANGAN PABRIK PERALATAN RUMAH TANGGA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL DI KAWASAN INDUSTRI KENDAL
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/170
<p>Dengan lebih dari 270 juta orang, Indonesia memiliki pasar yang besar untuk peralatan rumah tangga. Dengan pertumbuhan kelas menengah yang cepat, permintaan akan barang berkualitas meningkat. Salah satu tindakan strategis untuk memenuhi kebutuhan pasar peralatan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor adalah mendirikan pabrik di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Pendirian pabrik lokal akan menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena akan membuka banyak peluang kerja di industri produksi dan distribusi. Kawasan pabrik pembuatan peralatan rumah tangga berfokus pada pembuatan berbagai peralatan rumah tangga, seperti perabotan dan peralatan dapur. Infrastruktur yang memadai ada di pabrik ini, seperti jalan raya, transportasi, dan utilitas penting. Fokus desain pabrik adalah mengoptimalkan alur kerja produksi untuk menghemat waktu dan biaya operasional. Untuk memastikan produk aman dan berkualitas tinggi, kawasan pabrik ini harus mematuhi standar kualitas yang ketat. Selain aspek ekonomi, fokus utama adalah keberlanjutan, yang mencakup praktik yang ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang efektif. Pabrik-pabrik ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional karena memiliki jaringan distribusi yang baik dan hubungan dengan pemasok bahan baku yang baik yang meningkatkan efisiensi operasional.</p>M. Khoirul MustofaAnityas Dian SusantiMutiawati Mandaka
Copyright (c) 2025 M. Khoirul Mustofa, Anityas Dian Susanti, Mutiawati Mandaka
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135220521810.54325/arsip.v5i2.170RESILIENT VERNACULAR DESIGN OF BAYUNG GEDE: ARCHITECTURAL ADAPTATION OF BALI TO THE HIGHLAND ENVIRONMENT RESILIENT VERNACULAR DESIGN OF BAYUNG GEDE: ADAPTASI ARSITEKTUR BALI TERHADAP LINGKUNGAN DATARAN TINGGI
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/175
<p>Penelitian ini mengkaji strategi desain arsitektur vernakular di Desa Bayung Gede, Bangli, Bali, sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi ekologis dataran tinggi. Melalui integrasi antara konsep Tri Mandala dan fungsi ruang terbuka natah, penelitian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai tradisional mampu memperkuat ketahanan sosio-ekologis masyarakat lokal di tengah tekanan modernisasi dan perubahan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan perancangan konseptual berbasis observasi spasial dan interpretasi simbolik, dengan fokus pada elemen arsitektur, tata ruang, serta material bangunan yang ramah lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip vernakular bukan hanya mencerminkan identitas budaya, tetapi juga berperan strategis dalam menciptakan sistem ruang yang adaptif terhadap iklim, topografi, dan dinamika sosial. Prinsip vernakular di Desa Bayung Gede tercermin pada elemen natah sebagai ruang terbuka tradisional yang berfungsi mengatur iklim mikro dan resapan air, serta pada bentuk rumah yang menyesuaikan atap, orientasi, dan material alami sebagai wujud warisan budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur vernakular Bayung Gede merupakan representasi nyata dari keseimbangan antara keberlanjutan ekologis, nilai spiritual, dan kebutuhan fungsional manusia di era kontemporer.</p>I Gede Wyana LokantaraRafika Hilmi NasutionKhairunnisakAula Sekar Arum Pertiwi
Copyright (c) 2025 I Gede Wyana Lokantara, Rafika Hilmi Nasution, Khairunnisak, Aula Sekar Arum Pertiwi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135221922810.54325/arsip.v5i2.175DESIGN OF ISLAMIC CENTER AREA WITH MIDDLE EASTERN MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN KAWASAN ISLAMIC CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN TIMUR TENGAH
https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/171
<p>Agama Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, Agama Islam merupakan agama yang memiliki jumlah umat dan populasi terbanyak di wilayah Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik Indonesia jumlah umat Islam yang ada di Indonesia lebih dari 245 juta jiwa atau lebih dari 85% penduduk warga Indonesia yang memeluk agama Islam. Kepulauan jawa merupakan kepulauan yang menyumbang jumlah penduduk umat Islam terbesar dari jumlah populasi yang ada di Indonesia, Kota Demak, Kota Kudus dan Kota Pati ketiga daerah tersebut merupakan jumlah umat beragama Islam terbanyak di wilayah Jawa Tengah dari tahun ketahun ajaran Islam terus berkembang di berbagai aspek-aspek pendidikan dan aspek sosial, berangkat penjelasan diatas maka diperlukan suatu kawasan yang bisa mengakomodir Kegiatan atau fungsi utama umat Islam beraktivitas, beribadah, wisata religi dan pendidikan, <em>Islamic Center</em> merupakan kawasan yang sebuah pengembangan dari tempat ibadah umat Islam yaitu masjid, masjid hanya bisa mengakomodir satu kegiatan, <em>Islamic Center</em> merupakan kawasan yang tediri dari banguan banguan yang bisa mengakomodir dari berbagai kegiatan perancangan <em>Islamic Center</em> ini menggunakan konsep arsitektur modern timur tengah, <em>Islamic Center</em> ini akan mengakomodir 3 kegiatan utama yaitu beribadah, menuntut ilmu (pendidikan ) dan wisata religi perancangan kawasan <em>Islamic Center</em> ini direncanakan dibangun di Jalan Raya Demak Kudus sebagai salah satu alternatif pengembangan kawasan <em>Islamic Center</em> yang ada di antara dua kota dengan jumlah penduduk agama Islam terbanyak di pulau Jawa.</p>Rahmat AbiyyuAnityas Dian Susanti Adi Sasmito
Copyright (c) 2025 Rahmat Abiyyu, Anityas Dian Susanti, Adi Sasmito
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-132025-11-135222925410.54325/arsip.v5i2.171