Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP <div id="journalDescription"> <p><strong>Jurnal Ilmiah Program Studi Arsitektur Universitas Pandanaran</strong></p> <p>Sebagai media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah bidang arsitektur, terbit 2 kali setahundi bulan April dan November.</p> </div> Universitas Pandanaran en-US Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal 2808-0912 RECONSTRUCTION OF KEY VALUE CONCEPTS IN THE EVALUATION OF HERITAGE ARCHITECTURE FOR CONSERVATION DECISION-MAKING REKONSTRUKSI KONSEP NILAI PENTING DALAM PENILAIAN ARSITEKTUR PUSAKA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSERVASI https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/187 <p>Konsep nilai penting (<em>significance</em>) merupakan dasar utama dalam konservasi pusaka dan Heritage Impact Assessment (HIA). Namun, dalam praktik arsitektur, konsep ini masih cenderung dipahami secara normatif dan belum diterjemahkan secara sistematis ke dalam kerangka penilaian yang mampu menjembatani nilai non-fisik dengan wujud arsitektural bangunan. Kesenjangan ini menyebabkan proses desain, konservasi adaptif, dan evaluasi dampak sering kehilangan pijakan arsitektural yang jelas.<br />Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep nilai penting sebagai kerangka penilaian arsitektur pusaka yang bersifat konseptual-operasional. Metode yang digunakan adalah analisis konseptual dan sintesis teoretik terhadap literatur konservasi pusaka, teori arsitektur, serta kerangka Heritage Impact Assessment. Hasil penelitian berupa perumusan kerangka penilaian nilai penting berbasis atribut dan sistem arsitektur yang menempatkan arsitektur sebagai medium dan antarmuka utama dalam proses <em>screening, scoping,</em> dan evaluasi dampak. Kontribusi utama penelitian ini adalah penegasan peran arsitektur dalam konservasi berbasis nilai dan penyediaan landasan konseptual bagi pengambilan keputusan konservasi yang lebih terukur.</p> Jessica Fitriani Putri Copyright (c) 2026 Jessica Fitriani Putri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-08 2026-01-08 6 1 1 9 10.54325/arsip.v6i1.187 POLA SIRKULASI PEJALAN KAKI PADA KAMPUS JURUSAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN Studi Kasus : Universitas Polbangtan Magelang – Yogyakarta, Universitas Tidar, dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/189 <p>Kampus-kampus yang memiliki jurusan pertanian dan peternakan memiliki karakteristik kegiatan yang unik, yang mencakup kegiatan akademik di ruang kelas, laboratorium, serta praktik lapangan di lahan pertanian dan peternakan. Kondisi ini menuntut adanya sistem sirkulasi pejalan kaki yang aman, efisien, dan terintegrasi dengan tata letak kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi yang ada dan menganalisis pola sirkulasi pejalan kaki di kampus-kampus yang berfokus pada pertanian dan peternakan melalui studi kasus Universitas Polbangtan Magelang-Yogyakarta, Universitas Tidar, dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan, pemetaan sirkulasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sirkulasi pejalan kaki di ketiga kampus tersebut cenderung mengikuti pola linier dan jaringan yang berkembang sesuai dengan zonasi fungsional. Namun, masih ditemukan beberapa masalah seperti campur aduknya jalur pejalan kaki dengan kendaraan, fasilitas pejalan kaki yang terbatas, serta kurangnya unsur kenyamanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan pengembangan sistem sirkulasi pejalan kaki yang lebih ramah, aman, dan berkelanjutan di kampus-kampus pertanian dan peternakan.</p> Akhmad Ulfan Abdul Rozaq Taufiq Rizza Nuzuluddin Maria Rosita Maharani Copyright (c) 2026 Akhmad Ulfan Abdul Rozaq Akhmad, Taufiq Rizza Nuzuluddin, Maria Rosita Maharani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-08 2026-04-08 6 1 10 21 10.54325/arsip.v6i1.189 PENERAPAN PRINSIP BIOPHILIC DESIGN PADA FASILITAS KESEHATAN MENTAL DI IKLIM TROPIS, Studi Kasus: Compos Mentis Healthcare, India https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/190 <p>Meningkatnya gangguan kesehatan mental di wilayah perkotaan tropis seperti Jharkhand, India, menuntut desain inovatif untuk fasilitas perawatan kesehatan yang responsif terhadap iklim dan bersifat terapeutik. Meskipun biofilik desain semakin banyak diterapkan, terdapat kesenjangan penelitian mengenai adaptasi teknis dari 14 pola biofilik pada tipologi bangunan fasilitas kesehatan mental yang memenuhi standar keamanan yang ketat di iklim tropis lembap-kering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi arsitektur biofilik di <em>Compos Mentis Healthcare </em>, Ranchi, menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan pengumpulan data sekunder dan analisis visual. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sinkronisasi pencahayaan alami melalui <em>skyligh</em>t, optimalisasi ventilasi silang pada <em>inner courtyard</em>, dan penggunaan material alami berhasil menciptakan lingkungan restoratif yang mengurangi stres termal dan mempercepat pemulihan klinis pasien. Kebaruan studi ini terletak pada perumusan adaptasi kontekstual elemen biofilik yang menjembatani kontradiksi antara kebutuhan isolasi pasien mental dan kebutuhan akan koneksi dengan alam di cuaca ekstrem India Timur. Temuan ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi desain berkelanjutan yang dapat digunakan sebagai standar untuk pengembangan fasilitas perawatan kesehatan mental di daerah tropis.</p> Afitri Yoshinta Salsabila Afif Fajar Zakariya Copyright (c) 2026 Afitri Yoshinta Salsabila, Afif Fajar Zakariya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-08 2026-04-08 6 1 22 32 10.54325/arsip.v6i1.190 ANALISIS BUKAAN DAN VENTILASI ALAMI TERHADAP KESEIMBANGAN DAN PROPORSI FASAD PADA RUMAH SUSUN https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/185 <p>Pembangunan rumah susun sebagai solusi hunian vertikal di kawasan perkotaan tidak hanya menuntut efisiensi lahan, tetapi juga kenyamanan penghuni dan kualitas tampilan arsitektural bangunan. Salah satu elemen penting yang memengaruhi aspek tersebut adalah penataan bukaan dan ventilasi alami pada fasad bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bukaan dan ventilasi alami terhadap proporsi dan keseimbangan fasad rumah susun. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada Rumah Susun Cabean Salatiga, Rumah Susun Noborejo Salatiga, dan Rumah Susun ASN Semarang. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan rasio bukaan, karakter bukaan, kinerja ventilasi alami, serta keseimbangan proporsi fasad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga objek telah memenuhi standar minimum rasio bukaan untuk pencahayaan alami, namun memiliki perbedaan dalam kinerja ventilasi dan kualitas visual fasad. Rumah Susun ASN Semarang menunjukkan performa terbaik dengan pola bukaan yang ritmis, proporsi solid–void yang seimbang, dan ventilasi silang yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penataan bukaan yang proporsional dan terorganisir mampu meningkatkan keseimbangan visual fasad sekaligus mendukung efektivitas ventilasi alami pada rumah susun.</p> Muhamad Syahrul Hidayat Anityas Dian Susanti Maria Rosita Maharani Copyright (c) 2026 Muhamad Syahrul Hidayat, Anityas Dian Susanti, Maria Rosita Maharani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-08 2026-04-08 6 1 33 41 10.54325/arsip.v6i1.185 PENGARUH ELEMEN TIRUAN ALAM TERHADAP PREFERENSI PEMILIHAN TEMPAT DUDUK DI COWORKING SPACE https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/192 <p><em>Coworking space </em>berkembang sebagai ruang kerja yang mendukung produktifitas, namun intesitas aktivitasnya dapat menyebabkan kejenuhan. Penerapan elemen biofilik yang terbukti dapat meregenerasi pikiran, sejalan dengan <em>biophilia hipotesis</em> yang menjelaskan bahwa manusia memilki kecenderungan untuk terhubung dengan alam. Keterbatasan akses terhadap alam langsung pada <em>coworking space</em> modern, khususnya pada bangunan bertingkat, mendorong penerapan prinsip <em>Indirect Experience of Nature</em> melalui elemen tiruan alam seperti bentuk, pola, tekstur, warna, dan material alami. Namun, penelitian sebelumnya masih berfokus pada dampak psikologis elemen tiruan alam dan belum mengkaji bagaimana perbedaannya memengaruhi perilaku spasial pengguna dalam memilih tempat duduk, sehingga penelitian ini menawarkan pendekatan komparatif antarjenis elemen tiruan alam serta analisis perbandingan kondisi aktual dan preferensi ideal sebagai bentuk kebaruan.Penelitian ini bertujuan mengkaji preferensi pengguna dalam memilih tempat duduk terkait keberadaan elemen tiruan alam pada desain interior IdeaHub <em>Coworking Space</em>. Metode yang digunakan adalah <em>mixed method</em> melalui observasi dengan teknik <em>behavior mapping</em> untuk mengidentifikasi tingkat keterisian area serta kuesioner terhadap 40 responden. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, pembobotan skala ranking, dan analisis komparatif antara kondisi aktual dan ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mural pepohonan memiliki pengaruh lebih dominan terhadap preferensi tempat duduk dibandingkan elemen warna dan material alami, dengan tingkat keterisian zona mural relatif lebih tinggi.</p> Eka Putri Oktaviana Wendy Sunarya Dian Kartika Santoso Copyright (c) 2026 Eka Putri Oktaviana, Wendy Sunarya, Dian Kartika Santoso https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-08 2026-04-08 6 1 42 56 10.54325/arsip.v6i1.192 DESIGN OF THE NATIONAL LAND AGENCY OFFICE AND THE CENTRAL JAVA REGIONAL LAND OFFICE WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN KANTOR BPN DAN KANTOR PERTANAHAN WILAYAH JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/194 <p>Undang Undang Dasar Merupakan salah satu perangkat Aturan dan Peraturan yang membatasi Segala macam tindakan dan Aktivitas Masyarakat dalam bersosialisasi dan Berinteraksi antara Sesama Masyarakat. Indonesia Sendiri merupakan Suatu Negara yang menjadikan hukum Sebagai aturan dan peraturan dan Memiliki sifat untuk mengikat yang mempunyai Arti wajib untuk dijalankan dan dilaksanakan secara sadar dan tanpa Paksaan. Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin oleh Seorang presiden memiliki peran dalam menjalankan Fungsi Eksekutifnya yaitu dengan Membuat peraturan dan aturan Undang Undang .UUPA merupakan Undang Undang Pokok Agraria yang mengatur tentang segala macam Administrasi Pertanahan yang ada Di republik Indonesia, Dalam menjalankan tugas nya kementerian ini juga terdapat di daerah provinsi untuk bisa mendistribusikan Tugas utama tersebut di setiap daerah, Kantor BPN Atau kantor pertanahan Wilayah jawa tengah yang akan dirancang ini ditujukan untuk membantu tugas Kementrian yang terkait di wilayah Jawa tengah , Perencanaan dan Perancangan Kantor BPN dan Kantor Pertanahan di Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu akses Menuju Pusat ibu kota Indonesia yaitu Ibukota Jakarta, dalam Perencanaan dan perancangan ini Terdapat beberapa Prose yang dilalui , dimulai dari Proses analisa permasalahan dimana masalah yang ada adalah Belum adanya Bangunan di kota semarang yang bisa memfasilitasi Proses Administrasi, Kedua merupakan proses Analisa siapa siapa saja yang akan beraktifitas. Tahap selanjutnya merupakan tahapan dimana analisa kondisi eksisting ada kemudian Proses perencanaan selanjutnya adalah Prose pembuatan Denah yang merupakan respon dari Proses Analisa Kondisi Eksisting dan analisis kebutuhan ruang yang diperlukan untuk orang bisa beraktifitas di dalam gedung ini a Arsitektur modern adalah gaya desain bangunan yang mengutamakan fungsionalitas, kesederhanaan bentuk, dan minimalisme dengan menghindari ornamen berlebihan. Gaya ini berkembang pada abad ke-20 seiring dengan revolusi teknologi dan material baru, seperti baja, beton bertulang, dan kaca. Prinsip utama arsitektur modern adalah "form follows function" (bentuk mengikuti fungsi), yang berarti desain bangunan harus didasarkan pada kegunaannya dan diharapkan hasil perencanaan dan rancangan ini bisa menjadi acuan dan gambaran bagaimana arsitektur modern merupakan konsep arsitektur yang relevan dengan Fungsi utama dan diharapkan hasil dari perencanaan ini bisa memberikan gambaran proses perencanaan dan perancangan yang baik dan sistematis.</p> muhamad Rafli Mutiawati Mandaka Adi Sasmito Copyright (c) 2026 Muhamad Rafli, Mutiawati Mandaka, Adi Sasmito https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-08 2026-04-08 6 1 57 77 10.54325/arsip.v6i1.194 MUSEUM AND LEARNING CENTER DESIGN STRATEGY BASED ON CULTURAL LANDSCAPE HERITAGE CONSERVATION IN MUARA TAKUS STRATEGI DESAIN MUSEUM DAN PUSAT PEMBELAJARAN BERBASIS CULTURAL LANDSCAPE HERITAGE CONSERVATION DI CANDI MUARA TAKUS https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/197 <p>Candi Muara Takus yang berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau merupakan salah satu situs cagar budaya penting yang menunjukkan keterkaitan antara sejarah, aktivitas manusia, serta kondisi lanskap alam di sekitarnya sejak masa Kerajaan Sriwijaya. Kawasan ini memiliki nilai historis, spiritual, dan arkeologis yang tinggi. Namun, hingga saat ini fasilitas yang mendukung kegiatan edukasi dan penyampaian informasi sejarah kepada pengunjung masih sangat terbatas. Akibatnya, sebagian besar pengunjung hanya melihat fisik bangunan candi tanpa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai sejarah dan budaya kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan ruang museum dan balai pembelajaran sebagai sarana edukasi dan interpretasi budaya di kawasan Candi Muara Takus dengan menggunakan pendekatan Cultural Landscape Heritage Conservation (CLHC). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis kebijakan terkait pelestarian cagar budaya, serta studi banding terhadap bangunan dengan fungsi serupa. Analisis difokuskan pada hubungan antara lanskap alam, nilai budaya, serta kebutuhan ruang edukasi di kawasan cagar budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan museum dan balai pembelajaran perlu mempertimbangkan karakter lanskap kawasan, zonasi cagar budaya, serta hubungan visual dengan kompleks candi. Selain itu, desain bangunan juga perlu memperhatikan skala bangunan agar tidak mendominasi situs utama, penggunaan material lokal yang kontekstual, serta penguatan ruang terbuka sebagai media pembelajaran lanskap budaya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi edukatif kawasan sekaligus mendukung upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya Candi Muara Takus secara berkelanjutan.</p> Gama Ludia Ningsih Wahyu Utami Copyright (c) 2026 Gama Ludia Ningsih, Wahyu Utami https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-08 2026-04-08 6 1 78 89 10.54325/arsip.v6i1.197 INTEGRATED FISH MARKET DESIGN CONCEPT FOR CULTURAL LANDSCAPE IN BAGAN DELI WATERFRONT KONSEP PERANCANGAN PASAR IKAN TERPADU UNTUK LANSKAP BUDAYA DI TEPI AIR BAGAN DELI https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/198 <p>Bagan Deli di Medan Belawan merupakan lanskap budaya pesisir yang terbentuk dari interaksi aktivitas perikanan dan sistem perairan. Perkembangan kawasan pelabuhan memicu fragmentasi ruang tepi air dan melemahnya relasi spasial antara aktivitas nelayan dan lanskap pesisir. Penelitian sebelumnya mengenai Bagan Deli umumnya berfokus pada kondisi lingkungan dan adaptasi perubahan iklim, sementara pendekatan arsitektural yang memposisikan infrastruktur perikanan sebagai instrumen konservasi lanskap budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip konservasi lanskap budaya (Cultural Landscape Conservation/CLC) dalam perancangan pasar ikan terpadu di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah Information Grouping Model (IGM) William Peña melalui analisis aspek fungsi, bentuk, ekonomi, waktu, dan energi. Hasil menunjukkan bahwa pasar ikan terpadu dapat berperan sebagai simpul lanskap yang memperkuat relasi darat–air melalui integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya dalam sistem ruang tepi air. Prinsip pelestarian diwujudkan melalui penataan kembali struktur ruang tepi air yang sebelumnya terfragmentasi, penerapan tipologi bangunan panggung yang adaptif terhadap pasang surut, serta penguatan keterkaitan spasial antara aktivitas nelayan dan kawasan pesisir. Studi ini menegaskan bahwa konservasi lanskap budaya dilakukan melalui penguatan struktur spasial dan praktik sosial kawasan pesisir.</p> Mutiara Ubit Wahyu Utami Copyright (c) 2026 Mutiara Ubit, Wahyu Utami https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-09 2026-04-09 6 1 90 101 10.54325/arsip.v6i1.198 LIFE SKILL HABITS IN THE DESIGN OF BOARDING SCHOOLS USING A BEHAVIORAL ARCHITECTURE APPROACH LIFE SKILL HABITS DALAM PERANCANGAN SEKOLAH RAKYAT BERASRAMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/200 <p>Perancangan Sekolah Rakyat Berasrama dilatarbelakangi oleh kebutuhan fasilitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mendukung pembentukan kemandirian dan keterampilan hidup siswa. Pada banyak sekolah menengah, proses belajar masih terpusat pada ruang kelas sehingga pengalaman praktik yang membentuk kebiasaan hidup belum sepenuhnya terfasilitasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan sekolah berasrama yang mendukung pembentukan <em>life skill habits</em> melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif–analitis dalam proses perancangan arsitektur yang meliputi analisis tapak, identifikasi pelaku dan aktivitas, penyusunan kebutuhan ruang, serta perumusan konsep zonifikasi dan sirkulasi kawasan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengaturan zonasi antara area edukasi, asrama, dan zona produktif serta sistem sirkulasi yang terstruktur mampu membentuk pola aktivitas harian siswa secara lebih terarah. Penyediaan bengkel kreatif dan pasar siswa juga mendukung pembelajaran berbasis praktik sehingga arsitektur berperan sebagai media pembentuk kemandirian dan keterampilan sosial siswa.</p> Abdul Rahman Abiaup R.A. Retno Hastijanti Ibrahim Tohar Copyright (c) 2026 Abdul Rahman Abiaup, R.A. Retno Hastijanti, Ibrahim Tohar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-09 2026-04-09 6 1 102 112 10.54325/arsip.v6i1.200 DESIGN OF AN ISLAMIC CENTER IN KENDAL REGENCY WITH A TROPICAL ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN KENDAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS https://jurnal.arsip.unpand.ac.id/index.php/ARSIP/article/view/202 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang Islamic Center di Kabupaten Kendal sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat dengan pendekatan arsitektur tropis. Latar belakang perancangan ini didasarkan pada kebutuhan akan fasilitas terpadu yang mampu mengakomodasi aktivitas ibadah, pembinaan umat, manasik haji, serta kegiatan sosial kemasyarakatan dalam satu kawasan yang terencana dengan baik dan responsif terhadap kondisi iklim setempat. Sebagai wilayah beriklim tropis dengan suhu relatif tinggi dan intensitas curah hujan yang signifikan, Kendal memerlukan pendekatan desain yang mampu menghadirkan kenyamanan termal sekaligus efisiensi energi. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis kebutuhan ruang, analisis tapak dan iklim, serta proses sintesis konsep perancangan hingga pengembangan tata massa dan site plan kawasan. Pendekatan arsitektur tropis diterapkan melalui optimalisasi ventilasi silang, penggunaan elemen peneduh seperti overhang dan secondary skin, pengolahan ruang terbuka hijau, serta pengaturan orientasi bangunan untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan meminimalkan panas berlebih. Hasil perancangan menunjukkan terbentuknya kawasan Islamic Center dengan masjid sebagai pusat orientasi utama, didukung fasilitas pendidikan, ruang serbaguna, area manasik haji, dan ruang komunal yang terintegrasi secara fungsional. Dengan demikian, pendekatan arsitektur tropis terbukti mampu menghasilkan rancangan yang kontekstual, nyaman, dan berkelanjutan, serta mendukung peran Islamic Center sebagai pusat pengembangan spiritual dan sosial masyarakat.</p> Luqmanul Hakim Anityas Dian Susanti Taufiq Rizza Nuzuluddin Copyright (c) 2026 Luqmanul Hakim, Anityas Dian Susanti, Taufiq Rizza Nuzuluddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-09 2026-04-09 6 1 113 134 10.54325/arsip.v6i1.202