PENGARUH ELEMEN TIRUAN ALAM TERHADAP PREFERENSI PEMILIHAN TEMPAT DUDUK DI COWORKING SPACE

Isi Artikel Utama

Eka Putri Oktaviana
Wendy Sunarya
Dian Kartika Santoso

Abstrak

Coworking space berkembang sebagai ruang kerja yang mendukung produktifitas, namun intesitas aktivitasnya dapat menyebabkan kejenuhan. Penerapan elemen biofilik yang terbukti dapat meregenerasi pikiran, sejalan dengan biophilia hipotesis yang menjelaskan bahwa manusia memilki kecenderungan untuk terhubung dengan alam. Keterbatasan akses terhadap alam langsung pada coworking space modern, khususnya pada bangunan bertingkat, mendorong penerapan prinsip Indirect Experience of Nature melalui elemen tiruan alam seperti bentuk, pola, tekstur, warna, dan material alami. Namun, penelitian sebelumnya masih berfokus pada dampak psikologis elemen tiruan alam dan belum mengkaji bagaimana perbedaannya memengaruhi perilaku spasial pengguna dalam memilih tempat duduk, sehingga penelitian ini menawarkan pendekatan komparatif antarjenis elemen tiruan alam serta analisis perbandingan kondisi aktual dan preferensi ideal sebagai bentuk kebaruan.Penelitian ini bertujuan mengkaji preferensi pengguna dalam memilih tempat duduk terkait keberadaan elemen tiruan alam pada desain interior IdeaHub Coworking Space. Metode yang digunakan adalah mixed method melalui observasi dengan teknik behavior mapping untuk mengidentifikasi tingkat keterisian area serta kuesioner terhadap 40 responden. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, pembobotan skala ranking, dan analisis komparatif antara kondisi aktual dan ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mural pepohonan memiliki pengaruh lebih dominan terhadap preferensi tempat duduk dibandingkan elemen warna dan material alami, dengan tingkat keterisian zona mural relatif lebih tinggi.

Rincian Artikel

Bagian

Artikel